Jumat, 23 September 2022 – 11:26 WIB

VIVA Lifestyle – Bunda di rumah tentu pernah mengalami masa ketika bayi susah BAB (buang air besar). Susah BAB  alias sembelit adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sembelit pada bayi sebenarnya adalah hal yang umum, tetapi kondisi ini tidak boleh dianggap sepele sama sekali. 

Tanda bayi mengalami sembelit adalah tidak buang air besar selama 3 hari berturut-turut atau tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu. Selain itu, sembelit bisa ditandai dengan tinja yang sulit keluar dan keras. Anda perlu mengenali pola BAB Si Kecil, karena perubahan pada pola BAB bayi bisa juga menandakan bahwa ia mengalami masalah kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa tanda bayi susah BAB atau sembelit (konstipasi) yang perlu Anda waspadai:

  • Bayi buang air besar kurang dari 2 kali dalam seminggu. Namun, pada bayi usia 0–5 bulan dan mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali masih dianggap normal.
  • Bentuk kotoran lebih keras dari biasa, walaupun frekuensinya tidak berubah.
  • Bayi terlihat kesakitan saat buang air besar.
  • Terdapat darah pada kotoran bayi.

Selain tanda-tanda di atas, bayi susah BAB juga biasanya lebih rewel dan menangis sambil mengangkat kakinya. Pada kasus yang lebih parah, munculnya bercak darah pada popok bayi bisa saja menandakan perdarahan saluran cerna, misalnya karena robeknya dinding rektum bayi akibat tinja yang keras.

Ilustrasi bayi menangis.

Bunda juga perlu waspada dan membawa Si Kecil ke dokter, jika ia mengalami sembelit lebih dari 2 minggu atau disertai gejala lain, seperti:

  • Muntah
  • Demam
  • Berat badan turun
  • Benjolan di anus
  • Terdapat luka di anusnya (fisura ani)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.