TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP M Fajar dan tujuh anggotanya resmi dikurung di tempat khusus (pastsus) selama 30 hari di SPN Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Meski begitu, AKP Fajar dan anggotanya belum dicopot dari jabatannya setelah terbukti melakukan pelanggaran dalam penanganan kasus judi online.

“Mereka masih menjabat sebagi jabatan fungsional mereka tapi mereka dipatsus. Tapi dari patsus ini akan berproses menjadi sidang kode etik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Jumat (9/9/2022). 

Zulpan menyebut selama menjalani patsus, AKP Fajar dan tujuh anggotanya ditempatkan di sel yang berbeda. 

Selama dipatsus, kata Zulpan, pihaknya akan melakukan pemberkasan untuk sidang kode etik kedelapan anggota polisi tersebut.

Nantinya, sidang kode etik akan memutuskan sanksi terhadap delapan personel tersebut atas perbuatan yang mereka lakukan.

“Sidang kode etik ini yang nantinya akan memutuskan langkah sikap kepada mereka apakah mereka dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat atau bagaimana, sidang yang memutuskan dan itu tentu akan berpengaruh pada jabatannya,” tuturnya.

Untuk informasi, AKP M Fajar sendiri ditangkap dalam sebuah OTT oleh Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada Senin (29/8/2022) kemarin di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca juga: Nasib Kanit Reskrim Polsek Penjaringan AKP M Fajar Akan Ditentukan dalam Sidang Kode Etik

Fajar bersama tujuh orang anggota Unit Reskrim Polsek Penjaringan ditangkap karena dugaan pelanggaran penanganan kasus judi online di wilayahnya.

Kedelapan orang itu lalu diperiksa khusus oleh jajaran Paminal Mabes Polri. Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Ratna Quratul Aini juga turut diperiksa meski tidak terbukti dalam pelanggaran anak buahnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.