Kamis, 1 September 2022 – 22:14 WIB

VIVA Nasional – Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung, Profesor Gayus Lumbuun mengatakan hakim yang menangani kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo Cs harus bisa memisahkan antara harapan masyarakat dengan keadilan.

“Hakim harus bisa memisahkan antara harapan masyarakat sebagai bentuk hukum beralih pada keadilan. Karena hukum ini banyak sekali dan hukum lebih banyak diposisikan kepada hakim yang masih dalam tataran jalan menuju keadilan atau formil,” kata Gayus dalam acara talkshow di Kompas TV dikutip pada Kamis, 1 September 2022.

Gayus Lumbuun

Gayus Lumbuun

Photo :

  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Lalu, Gayus menanggapi bagaimana jika Sambo dijatuhi hukuman mati atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Menurut dia, jika berangkat dari pemikiran di masyarakat yang disebut sebagai keadilan sosial, dan mempercepat proses penyidikan, hal itu positif.

“Tapi ada legal justice, ukuran hukum yang mengatur kehendak banyak itu, kehendak banyak luas,” ujarnya.

Tersangka Ferdy Sambo bersama istrinya, tersangka Putri Candrawathi

Tersangka Ferdy Sambo bersama istrinya, tersangka Putri Candrawathi

Photo :

  • (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU)

Di sini, kata Gayus, peran hakim meninggalkan kedua-duanya sebenarnya, baik legals justice maupun sosial justice yang seimbang. Artinya, bahwa hakim mempunyai pandangan yang lebih kepada keadilan nantinya menjadi satu proses keadilan, tidak hanya hukum.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.