Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen mengurangi konsumsi Hidroflorokarbon (HFC) yang merupakan gas rumah kaca demi menjaga kelangungan iklim bumi.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Dirjen PPI) KLHK, Laksmi Dewanthi mengatakan United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat hampir 99 persen Bahan Perusak Ozon telah dihapuskan dan lapisan ozon telah berangsur pulih.

Indonesia saat ini terus melaksanakan protokol montreal dan tengah menyiapkan tambahan pengaturan baru yang disebut Amandemen Kigali.

Amandemen Kigali ini, lanjut dia, memandatkan berbagai negara, termasuk Indonesia untuk berkontribusi menjaga keutuhan lapisan ozon.

“Prosesnya sedang berlangung. Mudah-mudahan dalam satu dua bulan kedepan kita bisa menyelesaikan ratifikasi Amandemen Kigali,” kata Laksmi Dewanthi dalam acara Peringatan Hari Ozon Sedunia 2022 yang ke-35 di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

“Maka kita akan menghapuskan HFC secara bertahap sampai dengan 80 persen di tahun 2040,” ujarnya menambahkan.

Laksmi merinci sejumlah upaya Indonesia dalam menjaga iklim melalui lapisan ozon. Pada 1998 lalu, Indonesia berhasil menghapuskan konsumsi Halon, Karbon tetraklorida (CTC), dan Metil kloroform.

Kemudian pada 2008, Indonesia telah berhasil menghapuskan konsumsi dua jenis BPO, yaitu Kloroflorokarbon (CFC),

Baca juga: Hari Ozon Sedunia 2022, Menteri LHK Siti Nurbaya Ingatkan Penting Minimalisir Dampak Gas Rumah Kaca

Capaian itu lebih cepat dua tahun dari jadwal penghapusan yang ditetapkan Protokol Montreal di tahun 2010.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.