Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia dan Pemerhati Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme Islah Bahrawi menyebut, bahwa kasus ‘duren tiga’ telah dimanfaatkan dan ditunggangi oleh para kelompok eksternal.

Yang mana, mereka ingin menjatuhkan marwah Polri. Terutama dari kelompok radikal yang sejak lama selalu berusaha mendegradasi para penegak hukum.

Ia menyebut, bahwa harus disadari masih banyak polisi yang berdedikasi penuh terhadap pelayanan masyarakat, institusi Polri dan NKRI dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga: Penyidik Sampai Ketakutan Berhadapan dengan Ferdy Sambo, Seberapa Kuat Pengaruhnya di Polri?

“Jangan dibungkus sama seolah semua anggota Polri buruk,” kata Islah dalam seminar bertema ‘Kasus Duren Tiga dan Penunggangan Oleh Kelompok Radikal’ di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Mantan aktivis 90-an ini juga mempertegas bahwa dalam menyikapi semua itu institusi Polri butuh diskresi penuh dari Kapolri.

Tentu, agar kasus ‘Duren Tiga’ ini segera dituntaskan. 

“Tujuannya supaya tidak terus menerus menjadi headline di media sehingga mudah tergiring liar untuk selanjutnya dijadikan alat oleh kelompok radikal dalam membangun public distrust terhadap kepolisian,” terangnya.

Dia mengatakan, masifnya penunggangan ini telah membias kemana-mana. Bahkan seolah melibatkan paksa tiga nama Kapolda, terutama kepada Kapolda Metro Jaya yang memang sejak lama dipersekusi secara digital dan sosial oleh kelompok radikal.

Baca juga: Tanpa Pengacara Keluarga Besar Brigadir J Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri di Jambi, Ada Apa?

“Bayangkan saja, isu hoaks tentang ini pun diframing melalui media mainstream ternama, ini kan bahaya sekali,” ucapnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.