Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Kabar kematian Ratu Elizabeth II tidak hanya mengejutkan publik Inggris saja, namun juga secara global.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari para pemimpin di seantero dunia.

Dikutip dari laman Reuters, Jumat (9/9/2022), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan bahwa warisan apapun yang telah ditinggalkan sang Ratu akan selalu ada dalam sejarah dunia, bukan hanya sejarah Inggris.

Baca juga: Ratu Elizabeth Tutup Usia, Joe Biden, Zelensky Hingga Vladimir Putin Sampaikan Duka Cita Mendalam

“Warisannya akan tampak besar di halaman sejarah Inggris dan dalam kisah dunia kita,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Ia pun memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih hingga seluruh kantor pemerintahan AS.

Sementara itu di Paris Prancis, Wali Kota mengumumkan pemadaman lampu Menara Eiffel untuk menghormati kematian sang Ratu.

Sedangkan di Brazil, pemerintah negara itu mengumumkan masa tiga hari berkabung.

Baca juga: Mengenal Masalah Mobilitas Episodik, Kondisi Kesehatan Ratu Elizabeth II Sebelum Meninggal Dunia

Begitu pula Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK PBB), yang ‘hening sejenak’.

Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin pun yang kini memiliki hubungan negara kurang baik dengan Inggris akibat invasi militernya di Ukraina, menyampaikan belasungkawa.

Putin menyebut rasa kehilangan sang Ratu ini sebagai ‘kehilangan yang tidak dapat diperbaiki’.

Perlu diketahui, Ratu Elizabeth II, yang juga merupakan kepala negara tertua dan terlama di dunia, naik takhta setelah kematian ayahnya Raja George VI pada 6 Februari 1952 silam, saat usia sang Ratu baru memasuki 25 tahun.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.