Jumat, 9 September 2022 – 06:30 WIB

VIVA – Tentara Nasional Indonesia melalui Gugus Tempur Laut Komando Armada (Guspurla Koarmada) I TNI Angkatan Laut baru saja mencegat kapal berukuran raksasa milik China yang menyusup masuk ke wilayah perairan kedaulatan NKRI.

Penyusupan itu terjadi di sekitar perairan Selat Sunda pada 7 September 2022. Jadi Guspurla Koarmada I menyebut kapal dengan identitas Yuan Wang 5 itu terdeteksi Tactical Operation Center (TOC) melakukan pergerakan berlayar di luar koridor Alur Laut Kepulauan Indonesia alias ALKI 1.

Tindakan Kapal Yuan Wang 5 itu tentu saja mendapat respons serius dari TNI, karena jelas-jelas melanggar aturan pelayaran yang telah diatur United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Akhirnya Guspurla Koarmada I mengambil keputusan untuk mengerahkan kapal perang TNI guna melakukan pencegatan atau intercept. Dan tugas itu diberikan kepada KRI Clurit-641. Memang saat itu KRI Clurit-641; sedang berpatroli di sekitar lokasi sebagai unsur Operasi Alur Arnawa-22.

VIVA Militer: Kapal Kendali Satelit China Yuan Wang 5 saat di Selat Sunda.

VIVA Militer: Kapal Kendali Satelit China Yuan Wang 5 saat di Selat Sunda.

“Selanjutnya melalui komunikasi radio VHF FM channel-16 dengan tegas menyatakan bahwa sesuai aturan UNCLOS 1982 kapal tersebut berlayar melanggar wilayah perairan teritorial Indonesia di luar jalur ALKI I dan memerintahkan kapal Yuan Wang 5 segera merubah haluan untuk kembali ke jalur pelayaran internasional ALKI I,” tulis Penerangan Guspurla Koarmada I.

Dan Yuan Wang 5 segera mengikuti perintah tersebut dan merubah haluan kembali menuju jalur ALKI I dengan pengawasan ketat KRI Clurit-641 dan hingga kapal tersebut kembali berlayar koridor pelayaran Internasional ALKI I.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.