Sabtu, 24 September 2022 – 05:00 WIB

VIVA Lifestyle – Pada baru-baru ini pandemi COVID-19 dikatakan akan segera berakhir, seperti pernyataan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa akhir pandemi ‘sudah di depan mata’, meskipun sejatinya tidak benar-benar berakhir. 

Mengapa dikatakan tidak benar-benar berakhir? Karena sejumlah pakar masih menyebutkan bahwa penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 masih tetap diperlukan. Lantas, kapan pandemi COVID-19 bisa dikatakan benar-benar berakhir?

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan bahwa pandemi belum berakhir. Bahkan sebenarnya tidak pernah diumumkan adanya pandemi, akan tetapi status kedaruratan masyarakat. 

 Ahli Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, dr Pandu Riono, MPH, Phd

Ahli Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, dr Pandu Riono, MPH, Phd

“Pandemi belum berakhir, jadi sebenarnya WHO, Tedros maupun pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden RI Pak Jokowi tidak pernah mengumumkan ada pandemi dan tidak akan juga mengumumkan pandemi sudah berakhir,” jelas Pandu dalam sebuah diskusi bersama Kemenkes RI dan media pada Jumat, 23 September 2022. 

“Yang diumumkan menurut UU Kekarantinaan Kesehatan adalah kalau ada peningkatan kasus yang luar biasa, maka ada status kedaruratan masyarakat atau di tingkat internasional WHO menyatakan ada public health emergency international concern,” sambungnya. 

Menurutnya, saat ini Indonesia sedang dalam upaya menuju untuk dapat mencabut status kedaruratan tersebut agar kasus COVID-19 terus menurun dan tingkat kematian menjadi sangat rendah. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.