Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Perfilman Musik, dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra mengatakan, Festival Lek Anak Negeri menyadarkan lagi masyarakat tentang warisan leluhurnya yang bersinggungan dengan pertanahan, pertanian, serta perikanan.

Dirinya menilai Festival Lek Anak Negeri mengajarkan masyarakat mengenai perilaku etis terhadap alam.

Baca juga: Kemendikbudristek Bakal Beri Bantuan Keluarga Pelajar Korban Kecelakaan Truk di Bekasi

“Sasarannya untuk mempertahankan budaya dan kearifan lokal Kabupaten Bungo dari mulai adat istiadat, seni tradisi, sastra lisan, dan upacara adat di lingkungan masyarakat,” ujar Mahendra melalui keterangan tertulis, Kamis (1/9/2022).

Dirinya berharap masyarakat terus merawat peninggalan adat istiadat sehingga tidak dilupakan ke depannya.

Mahendra mencontohkan seperti tradisi Ngago Lubuk Larangan yang menjadi transfer pengetahuan budaya ke generasi muda tentang ritual agama, dari awal hingga berakhir yang selama ini dilakukan para leluhur Kabupaten Bungo.

Baca juga: Kemendikbudristek: Masyarakat Adat Harus Memiliki Kesadaran Hukum

“Ada unsur memperkenalkan lagi rangkaian budaya adat lama di antaranya Ngago Lubuk Larangan dan pesta-pesta desa yang selama ini terasa sudah mulai tersingkirkan akibat kemajuan zaman,” ucap Mahendra.

Direktorat Jenderal Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten Bungo, Jambi, menyelenggarakan Festival Lek Anak Negeri.

Ajang ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kenduri Swarnabhumi 2022 yang berlangsung dari 30 Agustus hingga 1 September.

Festival Lek Anak Negeri merupakan ajang tradisi masyarakat Bungo yang berhubungan dengan ritual keagamaan seperti antara lain doa tolak balak, syukuran, maupun pencabutan sumpah.

Baca juga: Evaluasi Kinerja Panitia Kongres Masyarakat Adat, Bupati Jayapura Tekankan Hal Ini

Dalam Festival Lek Anak Negeri 2022 juga digelar salah satu tradisi yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Bungo yaitu Ngago Lubuk Larangan.

Di sini ditampilkan ritual menghanyutkan rakit batang pisang dari ulu sampai ke tengah lubuk oleh tali 3 Sapilin.

Di Kabupaten Bungo terdapat 151 lubuk larangan dan 8 swaka perikanan.

Lubuk Larangan adalah lokasi di aliran Sungai Batanghari yang disepakati antara masyarakat dan lembaga adat setempat untuk tidak diambil ikannya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.