Jumat, 16 September 2022 – 11:51 WIB

VIVA Lifestyle – Vaksinasi booster kedua saat ini mulai diberikan kepada tenaga kesehatan lantaran kelompok tersebut dinilai cukup rentan tertular COVID-19. Terlebih, vaksinasi booster pertama yang diberikan sudah mulai mengalami penurunan efektivitasnya sehingga para pakar menggaungkan pentingnya booster diberikan kepada kelompok rentan lainnya, yakni usia lanjut (lansia).

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Pengobatan Pernafasan (Paru-Paru), Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), menyebutkan bahwa efektivitas suatu vaksin dinilai dengan perlindungannya pada sejumlah masyarakat.

Erlina menganalogikan, bila 10 orang diberi vaksin dan 8 orang terlindungi dari keparahan penyakit maka efektivitas vaksin tersebut sebesar 80 persen.

“Dua orangnya mungkin bisa jadi lebih parah dan bisa dirawat. Tapi yang 8 orang aman. Itu kalau efektivitasnya 80 persen,” tuturnya dalam webinar bersama AstraZeneca, Kamis 15 September 2022.

Situasi vaksinasi booster di Bali

Situasi vaksinasi booster di Bali

Photo :

  • VIVA/Ni Putu Putri Muliantari

Kendati begitu, Erlina menegaskan bahwa peran vaksin booster sangat besar dalam melindungi masyarakat dari varian-varian COVID-19.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang enggan diberikan vaksin booster sebesar 70 persen lantaran menganggap vaksin primer sudah cukup melindungi.

“Booster sangat efektif melindungi seseorang. Walau sakit tapi terlindungi dari keparahan. Artinya tidak timbul kematian, mencegah seseorang jadi parah dan tidak meninggal kalau sudah booster,” bebernya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.