Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI fraksi Partai Golkar Lamhot Sinaga menegaskan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini merupakan keharusan dan tidak bisa dihindari lagi. 

Pasalnya, tren kenaikan harga minyak dunia sekarang sudah diatas 100 dollar/barel, kemudian terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah, dan konsumsi energi yang meningkat merupakan efek dari kehidupan normal mulai kembali pasca pandemi Covid-19. 

Karena itu wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara II ini mengusulkan agar BBM, subsidi hanya diberikan kepada angkutan umum dan kendaraan roda dua saja.

Penegasan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar ini saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Subsidi untuk Siapa? Menelaah Efektivitas Penggunaan Uang Rakyat’, yang diselenggarakan FDEP (Forum Diskusi Ekonomi Politik), di Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Dalam diskusi itu turut hadir pengamat ekonomi Faisal Basri, dan Mamit Setiawan selaku Direktur eksekutif Energi Watch.

Menurut Lamhot, selama ini 70 persen subsidi tidak tepat sasaran alias hanya dinikmati orang mampu. 

Karena itu, jika kebijakan penyesuain harga  BBM dilakukan, maka untuk jangka pendek yang harus segera dilakukan adalah pembatasan BBM subsidi .

“Secara prinsip, pada intinya dengan pembatasan ataupun penyesuaian harga, subsidi BBM ini harus tepat sasaran, tata kelola subsidi yang harus diperbaiki dulu. Baru setelah itu kita bicara penyesuaian harga. Tata kelola subsidinya diberikan kepada orang tidak mampu,” kata Lamhot.

Sementara Mamit Setiawan sepakat terkait pembatasan subsidi BBM ini, hanya saja perlu ditekankan siapa saja yang berhak menerima subsidi.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.