Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M Tokan menegaskan, Mukernas PPP di Serang Banten, bukan digelar secara dadakan.

Tetapi diselenggarakan karena adanya putusan Majelis-majelis Partai, yakni Majelis Syariah, Majelis Kehormatan dan Majelis Pertimbangan, demi keselamatan PPP yang telah memberhentikan Suharso Monoarfa dari Ketua Umum PPP.

Menurut Usman, tidak ada konflik antara Suharso Monoarfa dengan pengurus harian DPP maupun Majelis-majelis DPP.

Yang ada adalah reaksi publik yang amat dahsyat atas pernyataan ‘amplop kiai’ serta persoalan pribadi Suharso yang mencuat, sudah masuk kategori ancaman bagi keselamatan PPP.

Baca juga: Bukan Hanya Amplop Kiyai, Kaukus Muda PPP Beberkan Sejumlah Alasan Penggantian Suharso

“Isu amplop kyai dikhawatirkan akan dimainkan lawan politik sepanjang tahun untuk melemahkan PPP. Sementara urusan pribadi Suharso yang viral serta dokumen liar akan menjadi ‘bom waktu’ yang setiap saat bisa meledak dan membunuh PPP,” kata pria yang akrab disapa Donnie Tokan kepada Tribunnews, Jumat (9/9/2022).

Donnie menyebut, atas dasar itulah Majelis-majelis DPP bereaksi dengan melakukan tahap-tahapaan sepanjang lebih dari dua bulan.

Mulai klarifikasi/tabayyun, peringatan, hingga permintaan agar Suharso mengundurkan diri.

“Selama lebih dua bulan, tahapan ‘jeweran’ majelis-majelis yang terdiri dari para kyai-kyai harismatik dan senior-senior partai itu tidak direspon secara layak oleh Suharso bahkan seperti sengaja melecehkan orang-orang terhormat di majelis-majekis tersebut,” terangnya.

Puncaknya, kata Donnie, Majelis-mejelis sampai kepada titik memberhentikan Suharso dari jabatan ketua umum demi kemaslahatan partai.

“Pemberhentian itu sebagai langkah darurat penyelamatan partai dihadapan para kaum ulama dan basis tradisional PPP, kemudian dipertegas dengan keluarnya Pendapat Hukum Mahkamah Partai yang menyetujui pemberhentian tersebut,” jelasnya.

Diketahui, Rapat Pengurus Harian DPP yang telah qourum dihadiri 32 dari 46 PH DPP pada 4 September serta Mukernas Serang (4-5 September) yang dihadiri 28 dari 34 DPW se-Indonesia adalah karena kesepahaman langkah penyelamatan partai.

Baca juga: Anggap Mukernas Kubu Mardiono Tak Sesuai AD/ART, Suharso Bakal Surati Kemenkumham

Menurut Usman, kehadiran para politisi fungsionaris PPP dari pusat hingga daerah itu di forum Mukernas adalah representasi dari lembaga pemegang kekuasaan tertinggi PPP, dibawah Muktamar.

“Peserta Mukernas itu bukan orang sembarangan. Mereka adalah para kyai kharismatik, politisi senior partai dan pengurus PH DPP fungsionaris yang secara kolektif kolegial sedang memegang kendali partai,” jelas Donnie Tokan.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.