Jumat, 9 September 2022 – 05:20 WIB

VIVA Nasional – Polri melakukan uji pendeteksi kebohongan atau lie detector ke para tersangka kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Pemeriksaan lie detector atau poligraf ini dilakukan tim Puslabfor ke Ferdy Sambo Cs bertujuan untuk memperkaya atau menambah alat bukti yang sudah dikumpulkan oleh tim penyidik.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Puslabfor Polri saat ini menggunakan poligraf limestones dan lafayette. Dua alat poligraf tersebut kata Dedi sudah diakui oleh American Polygraph Assosciation (APA).

“Instrumen poligraf mulai digunakan di Labfor dari tahun 1985 (lafayette tipe analog). Sejak tahun 2000-an sudah menggunakan poligraf tipe digital sampai saat ini, dimana poligraf digital dikembangkan karena lebih responsif dari alat analog sebelumnya,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 September 2022.

Tersangka Ferdy Sambo bersama istrinya, tersangka Putri Candrawathi

Tersangka Ferdy Sambo bersama istrinya, tersangka Putri Candrawathi

Photo :

  • (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU)

Dedi menuturkan, dalam pemeriksaan lie detector, APA menyaratkan minimal ada 3 sensor instrumen poligraf yakni Pneumograph yaitu merekam pola pernapasan (dada dan perut), Galvanometer yaitu merekam respon tahanan/konduktansi kulit dan Cardiograph yaitu merekam perubahan pola cardio vascular/tekanan darah/jantung.

Adapun tahapan pemeriksaan yaitu awalnya melakukan interview atau pre test selama 2-3 jam. Yaitu memberikan pemahaman tentang cara kerja alat poligraf, menggali riwayat sosial, riwayat kesehatan untuk memastikan kesiapan terperiksa dalam pemeriksaan.

“Tahapan ini juga bertujuan untuk mencapai rapport (membangun chemistry antara pemeriksa dan terperiksa),” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.