Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK – Perkembangan internet dan media sosial telah mengubah cara orang berinteraksi, membangun jejaring, bekerja, dan belajar.

Bagi pelajar yang kerap bersentuhan dengan teknologi digital, kecakapan atau literasi menjadi penting untuk ditingkatkan.

Tidak hanya dalam menunjang proses belajar, melainkan juga bersosialisasi.

Etika digital juga harus dipahami, agar terhindar dari ancaman perundungan yang banyak mengintai remaja dan pelajar.

Demikian yang mengemuka dalam webinar bertema “Menjadi Pelajar yang Beretika di Dunia Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (31/8/2022) kemarin.

Hadir sebagai narasumber adalah dosen sekaligus anggota Japelidi Diana Anggraeni; relawan TIK Kota Bogor Dedih Sofian; dan Jawara Internet Sehat 2022 Provinsi Kalimantan Selatan Enny Tridha Rahmina.

Diana Anggraeni mengatakan, saat ini berada dalam dunia yang teknologinya berkembang masif dan terjadi perubahan dalam berinteraksi seiring meningkatnya pengguna internet.

“Interaksi ini menciptakan standar baru mengenai etika dan salah satu kompetensi literasi digital terkait netiket ini yakni membentengi diri dari dampak negatif ruang digital,” kata Diana.

Dikatakan, jenis konten negatif ini misalnya yang melanggar kesusilaan, penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, pemerasan, penipuan, perjudian online, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.