Kamis, 1 September 2022 – 22:34 WIB

VIVA Politik – Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo yang berisi penolakan rencana kenaikan harga BBM subsidi. Pada bagian awal surat terbukanya itu, Syaikhu mengapresiasi kepemimpinan Jokowi dalam penanganan COVID-19 yang berjalan baik.

Namun menurutnya, saat ini terkait ekonomi bangsa belum sepenuhnya pulih. Syaikhu menilai saat ini rakyat tengah berusaha bangkit dan rakyat berharap besar bisa kembali bekerja, berusaha, dan beraktivitas normal sebagaimana sebelum pandemi Covid-19.

“Di saat rakyat masih berjuang bangkit kembali,  kami mendengar bahwa Bapak akan menaikkan harga BBM bersubsidi berupa pertalite dan solar. Kami meminta Bapak Presiden untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut dengan lebih matang,” kata Syaikhu dalam surat terbukanya kepada Jokowi, Kamis malam 1 September 2022.

Ilustrasi Kemiskinan (Facebook/Celoteh Rakyat Miskin)

Ilustrasi Kemiskinan (Facebook/Celoteh Rakyat Miskin)

Dia menambahkan, ekonomi rakyat saat ini te gah sulit karena harga sembako tengah naik, dan sebelumnya harga minyak goreng juga sempat melambung tinggi. Dampak dari itu semua, saat ini masyarakat masih belum stabil dan dia menyebut tidak tepat apabila BBM dinaikkan.

“Bapak Presiden Joko Widodo yang Terhormat, Dua tahun rakyat terpukul pandemi, ekonomi mereka tertatih-tatih untuk bangkit kembali. Beberapa waktu yang lalu, rakyat terpukul akibat kenaikan harga minyak goreng. Belum selesai harga minyak goreng melonjak, harga telur ikut meroket. Rumah tangga di seluruh Indonesia akan semakin terpukul jika harga BBM bersubsidi naik,” ujarnya

Kenaikan harga BBM bersubsidi, menurut Syaikhu, akan menurunkan daya beli masyarakat, berbagai kalangan. Pedagang, sopir, pelajar dan pekerja atau buruh akan semakin kesulitan dan mengalami keterpurukan ekonomi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.