TRIBUNNEW.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat terkait pasokan rudak ke Ukraina.

Rusia mengatakan bahwa jika Amerika Serikat memutuskan untuk memasok Kyiv dengan rudal jarak jauh, itu akan melewati “garis merah” dan menjadi “pihak dalam konflik” di Ukraina.

Pada hari Kamis (15/9/2022), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menambahkan bahwa Rusia berhak untuk mempertahankan wilayahnya.

AS telah secara terbuka memasok Ukraina dengan roket sistem roket peluncuran ganda terpandu (GMLRS) canggih, yang ditembakkan dari peluncur sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) dan yang dapat mencapai target hingga 80 km jauhnya.

“Jika Washington memutuskan untuk memasok rudal jarak jauh ke Kyiv, maka itu akan melewati garis merah, dan akan menjadi pihak langsung dalam konflik,” kata Zakharova, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Para pejabat AS mengatakan Ukraina telah berjanji untuk tidak menggunakan roket AS untuk menyerang Rusia sendiri.

Baca juga: Polisi Ukraina Temukan Kuburan Massal Berisi 440 Mayat di Kota Izium

Peluncur HIMARS juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal taktis ATACMS jarak jauh, yang dapat memiliki jangkauan hingga 300 km.

Seorang pejabat senior Ukraina menolak untuk mengatakan pada 19 Agustus apakah Kyiv sekarang memiliki ATACMS.

Belum ada penjelasan publik yang lengkap tentang serangan pada 9 Agustus yang menghantam pangkalan udara Rusia di Saky.

Ukraina telah meminta dan menerima sejumlah besar senjata dari AS dan sekutu Barat lainnya untuk membantunya melawan angkatan bersenjata Rusia yang dikirim ke Ukraina pada Februari.

Sebuah gambar yang diambil pada 24 Mei 2022, menunjukkan gedung pemerintah daerah yang dihancurkan oleh serangan rudal Rusia pada Maret 2022, di kota Mykolaiv, Ukraina selatan, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Genya SAVILOV / AFP)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.